) dinamika hidupku (

Berbagi cerita, pengalaman, serta pelajaran hidup… Well… it’s me and my life.

Sifat Malu Kaum Wanita

Filed under: Religion — east-girl at 7:49 pm on Wednesday, September 24, 2008  Tagged

dakwatuna.com - Malu adalah akhlak yang menghiasi perilaku manusia dengan cahaya dan keanggunan yang ada padanya. Inilah akhlak terpuji yang ada pada diri seorang lelaki dan fitrah yang mengkarakter pada diri setiap wanita. Sehingga, sangat tidak masuk akal jika ada wanita yang tidak ada rasa malu sedikitpun dalam dirinya. Rasa manis seorang wanita salah satunya adalah buah dari adanya sifat malu dalam dirinya.

Apa sih sifat malu itu? Imam Nawani dalam Riyadhush Shalihin menulis bahwa para ulama pernah berkata, “Hakikat dari malu adalah akhlak yang muncul dalam diri untuk meninggalkan keburukan, mencegah diri dari kelalaian dan penyimpangan terhadap hak orang lain.”

Abu Qasim Al-Junaid mendefinisikan dengan kalimat, “Sifat malu adalah melihat nikmat dan karunia sekaligus melihat kekurangan diri, yang akhirnya muncul dari keduanya suasana jiwa yang disebut dengan malu kepada Sang Pemberi Rezeki.”

Ada tiga jenis sifat malu, yaitu:

1. Malu yang bersifat fitrah. Misalnya, malu yang dialami saat melihat gambar seronok, atau wajah yang memerah karena malu mendengar ucapan jorok.
2. Malu yang bersumber dari iman. Misalnya, seorang muslim menghindari berbuat maksiat karena malu atas muraqabatullah (pantauan Allah).
3. Malu yang muncul dari dalam jiwa. Misalnya, perasaan yang menganggap tidak malu seperti telanjang di hadapan orang banyak.

Karena itu, beruntunglah orang yang punya rasa malu. Kata Ali bin Abi Thalib, “Orang yang menjadikan sifat malu sebagai pakaiannya, niscaya orang-orang tidak akan melihat aib dan cela pada dirinya.”

Bahkan, Rasulullah saw. menjadikan sifat malu sebagai bagian dari cabang iman. Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Iman memiliki 70 atau 60 cabang. Paling utama adalah ucapan ‘Laa ilaaha illallah’, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan di jalan. Dan sifat malu adalah cabang dari keimanan.” (HR. Muslim dalam Kitab Iman, hadits nomor 51)

Dari hadits itu, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa tidak akan ada sifat malu dalam diri seseorang yang tidak beriman. Akhlak yang mulia ini tidak akan kokoh tegak dalam jiwa orang yang tidak punya landasan iman yang kuat kepada Allah swt. Sebab, rasa malu adalah pancaran iman.

Tentang kesejajaran sifat malu dan iman dipertegas lagi oleh Rasulullah saw., “Malu dan iman keduanya sejajar bersama. Ketika salah satu dari keduanya diangkat, maka yang lain pun terangkat.” (HR. Hakim dari Ibnu Umar. Menurut Hakim, hadits ini shahih dengan dua syarat-syarat Bukhari dan Muslim dalam Syu’ban Iman. As-Suyuthi dalam Al-Jami’ Ash-Shagir menilai hadits ini lemah.)

Karena itu, sifat malu tidak akan mendatangkan kemudharatan. Sifat ini membawa kebaikan bagi pemiliknya. “Al-hayaa-u laa ya’tii illa bi khairin, sifat malu tidak mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan,” begitu kata Rasulullah saw. (HR. Bukhari dalam Kitab Adab, hadits nomor 5652)

Dengan kata lain, seseorang yang kehilangan sifat malunya yang tersisa dalam dirinya hanyalah keburukan. Buruk dalam ucapan, buruk dalam perangai. Tidak bisa kita bayangkan jika dari mulut seorang muslimah meluncur kata-kata kotor lagi kasar. Bertingkah dengan penampilan seronok dan bermuka tebal. Tentu bagi dia surga jauh. Kata Nabi, “Malu adalah bagian dari iman, dan keimanan itu berada di surga. Ucapan jorok berasal dari akhlak yang buruk dan akhlak yang buruk tempatnya di neraka.” (HR. Tirmidzi dalam Ktab Birr wash Shilah, hadits nomor 1932)

Karena itu, menjadi penting bagi kita untuk menghiasi diri dengan sifat malu. Dari mana sebenarnya energi sifat malu bisa kita miliki? Sumber sifat malu adalah dari pengetahuan kita tentang keagungan Allah. Sifat malu akan muncul dalam diri kita jika kita menghayati betul bahwa Allah itu Maha Mengetahui, Allah itu Maha Melihat. Tidak ada yang bisa kita sembunyikan dari Penglihatan Allah. Segala lintasan pikiran, niat yang terbersit dalam hati kita, semua diketahui oleh Allah swt.

Jadi, sumber sifat malu adalah muraqabatullah. Sifat itu hadir setika kita merasa di bawah pantauan Allah swt. Dengan kata lain, ketika kita dalam kondisi ihsan, sifat malu ada dalam diri kita. Apa itu ihsan? “Engkau menyembah Allah seakan melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihatmu,” begitu jawaban Rasulullah saw. atas pertanyaan Jibril tentang ihsan.

Itulah sifat malu yang sesungguhnya. Sebagaimana yang sampai kepada kita melalui Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Malulah kepada Allah dengan malu yang sebenar-benarnya.” Kami berkata, “Ya Rasulullah, alhamdulillah, kami sesungguhnya malu.” Beliau berkata, “Bukan itu yang aku maksud. Tetapi malu kepada Allah dengan malu yang sesungguhnya; yaitu menjaga kepala dan apa yang dipikirkannya, menjaga perut dari apa yang dikehendakinya. Ingatlah kematian dan ujian, dan barangsiapa yang menginginkan kebahagiaan alam akhirat, maka ia akan tinggalkan perhiasan dunia. Dan barangsiapa yang melakukan hal itu, maka ia memiliki sifat malu yang sesungguhnya kepada Allah.” (HR. Tirmidzi dalam Kitab Shifatul Qiyamah, hadits nomor 2382)

Ingat! Malu. Bukan pemalu. Pemalu (khajal) adalah penyakit jiwa dan lemah kepribadian akibat rasa malu yang berlebihan. Sebab, sifat malu tidaklah menghalangi seorang muslimah untuk tampil menyuarakan kebenaran. Sifat malu juga tidak menghambat seorang muslimah untuk belajar dan mencari ilmu. Contohlah Ummu Sulaim Al-Anshariyah.

Dari Zainab binti Abi Salamah, dari Ummu Salamah Ummu Mukminin berkata, “Suatu ketika Ummu Sulaim, istri Abu Thalhah, menemui Rasulullah saw. seraya berkata, ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu pada kebenaran. Apakah seorang wanita harus mandi bila bermimpi?’ Rasulullah menjawab, ‘Ya, bila ia melihat air (keluar dari kemaluannya karena mimpi).’” (HR. Bukhari dalam Kitab Ghusl, hadits nomor 273)

Saat ini banyak muslimah yang salah menempatkan rasa malu. Apalagi situasi pergaulan pria-wanita saat ini begitu ikhtilath (campur baur). Ketika ada lelaki yang menyentuh atau mengulurkan tangan mengajak salaman, seorang muslimah dengan ringan menyambutnya. Ketika kita tanya, mereka menjawab, “Saya malu menolaknya.” Bagaimana jika cara bersalamannya dengan bentuk cipika-cipiki (cium pipi kanan cium pipi kiri)? “Ya abis gimana lagi. Ntar dibilang gak gaul. Kan tengsin (malu)!”

Bahkan ketika dilecehkan oleh tangan-tangan jahil di kendaraan umum, tidak sedikit muslimah yang diam tak bersuara. Ketika kita tanya kenapa tidak berteriak atau menghardik lelaki jahil itu, jawabnya, sekali lagi, saya malu.

Jelas itu penempatan rasa malu yang salah. Tapi, anehnya tidak sedikit muslimah yang lupa akan rasa malu saat mengenakan rok mini. Betul kepala ditutupi oleh jilbab kecil, tapi busana ketat yang diapai menonjolkan lekak-lekut tubuh. Betul mereka berpakaian, tapi hakikatnya telanjang. Jika dulu underwear adalah busana sangat pribadi, kini menjadi bagian gaya yang setiap orang bisa lihat tanpa rona merah di pipi.

Begitulah jika urat malu sudah hilang. “Idza lam tastahyii fashna’ maa syi’ta, bila kamu tidak malu, lakukanlah apa saja yang kamu inginkan,” begitu kata Rasulullah saw. (HR. Bukhari dalam Kitab Ahaditsul Anbiya, hadits nomor 3225).

Ada tiga pemahaman atas sabda Rasulullah itu. Pertama, berupa ancaman. “Perbuatlah apa yang kamu kehendaki, sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Fushhdilat: 40).

Kedua, perkataan Nabi itu memberitakan tentang kondisi orang yang tidak punya malu. Mereka bisa melakukan apa saja karena tidak punya standar moral. Tidak punya aturan.

Ketiga, hadits ini berisi perintah Rasulullah saw. kepada kita untuk bersikap wara’. Jadi, kita menangkap makna yang tersirat bahwa Rasulullah berkata, apa kamu tidak malu melakukannya? Kalau malu, menghindarlah!

Salman Al-Farisi punya pemahaman lain lagi tentang hadits itu. “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla apabila hendak membinasakan seorang hamba, maka Ia mencabut darinya rasa malu. Bila rasa malu telah dicabut, maka engkau tidak akan menemuinya kecuali sebagai orang yang murka dan dimurkai. Bila engkau tidak menemuinya kecuali sebagai orang yang murka dan dimurkai, maka dicabutlah pula darinya sifat amanah. Bila sifat amanah itu dicabut darinya, maka engkau tidak akan menjumpainya selain sebagai pengkhianat dan dikhianati. Bila engkau tak menemuinya selain pengkhianat dan dikhianati, maka rahmat Allah akan dicabut darinya. Bila rahmat itu dicabut darinya, maka engakau tidak akan menemukannya selain sosok pengutuk dan dikutuk. Bila engkau tidak menemukannya selain sebagai pengkutuk dan dikutuk, maka dicabutlah darinya ikatan Islam,” begitu kata Salman. (HR. Ibnu Majah dalam Kitab Fitan, hadits nomor 4044, sanadnya lemah, tapi shahih)

Wanita yang beriman adalah wanita yang memiliki sifat malu. Sifat malu tampak pada cara dia berbusana. Ia menggunakan busana takwa, yaitu busana yang menutupi auratnya. Para ulama sepakat bahwa aurat seorang wanita di hadapan pria adalah seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan.

Ibnu Katsir berkata, “Pada zaman jahiliyah dahulu, sebagian kaum wanitanya berjalan di tengah kaum lelaki dengan belahan dada tanpa penutup. Dan mungkin saja mereka juga memperlihatkan leher, rambut, dan telinga mereka. Maka Allah memerintahkan wanita muslimah agar menutupi bagian-bagian tersebut.”

Menundukkan pandangan juga bagian dari rasa malu. Sebab, mata memiliki sejuta bahasa. Kerlingan, tatapan sendu, dan isyarat lainnya yang membuat berjuta rasa di dada seorang lelaki. Setiap wanita memiliki pandangan mata yang setajam anak panah dan setiap lelaki paham akan pesan yang dimaksud oleh pandangan itu. Karena itu, Allah swt. memerintahahkan kepada lelaki dan wanita untuk menundukkan sebagaian pandangan mereka.

Memang realitas kekinian tidak bisa kita pungkiri. Kaum wanita saat ini beraktivitas di sektor publik, baik sebagai profesional ataupun aktivis sosial-politik. Ada yang dengan alasan untuk melayani kepentingan sesama wanita yang fitri. Ada juga yang karena keterpaksaan. Tidak sedikit wanita harus bekerja karena ia adalah tulang punggung keluarganya. Sehingga, ikhtilath (bercampur baur dengan lelaki) tidak bisa terhindari.

Untuk yang satu ini, mari kita kutip pendapat Dr. Yusuf Qaradhawi, “Saya ingin mengatakan di sini bahwa kata ikhtilath dalam hal hubungan antara lelaki dan wanita adalah kata diadopsi ke dalam kamus Islam yang tidak dikenal oleh warisan budaya kita pada sejarah abad-abad sebelumnya, dan tidak diketahui selain pada masa ini. Mungkin saja ia berasal dari bahasa asing, hal itu memiliki isyarat yang tidak menenteramkan hati setiap muslim. Yang lebih cocok mungkin bisa menggunakan kata liqa’ atau muqabalah –keduanya berarti pertemuan—atau musyarakah (keterlibatan) seorang lelaki dan wanita, dan sebagainya. Yang jelas, Islam tidak mengeluarkan aturan atau hukum umum terkait dengan masalah ini. Namun hanya melihat tujuan adanya aktivitas tersebut atau maslahat yang mungkin terjadi dan bahaya yang dikhawatirkan, gambaran yang utuh dengannya, dan syarat-syarat yang harus diperhatikan di dalamnya.”

Ada adab yang harus ditegakkan kala terjadi muqabalah antara pria dan wanita. Adab-adab itu adalah:

  1. Ada pembatasan tempat pertemuan
  2. Menjaga pandangan dengan menundukkan sebagian pandangan
  3. Tidak berjabat tangan dalam situasi apa pun dengan yang bukan muhrimnya
  4. Hindari berdesak-desakan dan lakukan pembedaan tempat bagi lelaki dan wanita
  5. Tidak berkhalwat (berduaan dengan lawan jenis)
  6. Hindari tempat-tempat yang meragukan dan bisa menimbulkan fitnah
  7. Hindari pertemuan yang lama dan sering, sebab bisa melemahkan sifat malu dan menggoyahkan keteguhan jiwa
  8. Hindari hal-hal yang dapat menimbulkan dosa dan keinginan batin untuk melakukan yang haram, ataupun membayangkannya

Khusus bagi wanita, pakailah pakaian yang yang sesuai syariat, tidak memakai wewangian, batasi diri dalam berbicara dan menatap, serta jaga kewibawaan dan beraktivitas. Perhatikan gaya bicara. Jangan genit!

Dengan begitu jelaslah bahwa Islam tidak mengekang wanita. Wanita bisa terlibat dalam kehidupan sosial bermasyarakat, berpolitik, dan berbagai aktivitas lainnya. Islam hanya memberi frame dengan adab dan etika. Sifat malu adalah salah satu frame yang harus dijaga oleh setiap wanita muslimah yang meyakini bahwa Allah swt. melihat setiap polah dan desiran hati yang tersimpan dalam dadanya. []

Ustadz Cerdik

Filed under: Government n Politic, Realita Dunia Kerja, Religion — east-girl at 11:34 pm on Wednesday, September 10, 2008  Tagged

Selama beberapa pekan belakangan ini, di bulan Ramadhan, kantorku mengadakan Sholat Dhuhur plus plus.
Plus pertama karena yg biasanya para ikhwan sholat di masjid depan kantor, sekarang pindah ke mushola. Praktis, mushola jadi makmur akan adanya sholat berjamaah. Karena, klo mereka ke masjid depan, mushola jadi sepi.. Yang sholat cuma akhwatnya. Itu juga jarang jama’ahan karena masing2 mungkin lg sibuk kerja.
Plus kedua, setelah sholat Dhuhur, ada yang kasih Tausyiah! Alhamdulillah… Insya Allah Ramadhan kali ini semakin berkah karena banyak dapat tausyiah. Dah beberapa kali Pak ustadz dari PKS (gpp kan sebut merk ^_^) dateng buat kasih tausyiah. Nah, tadi, spesial bgt…yang tausyiah langsung dari Ketua DPW-nya.. Ustadz Hadi Mulyadi.
Isi tausyiah, beliau cerita tentang kisah tiga orang pemuda yang terkurung dalam sebuah goa. Pintu keluar goa tertutup oleh timbunan batu dan sangat susah untuk digeser. Akhirnya mereka bertiga berdoa. Masing2 memohon kepada Allah dengan mengingat2 kebaikan yang telah mereka lakukan. Dan memohon kepada Allah mau membantu mereka untuk keluar dari goa itu.
Pemuda pertama sangat baik kepada orang tuanya. Ia selalu mendahulukan orang tuanya dibandingkan istri dan anaknya. Pemuda kedua, ia adalah seorang majikan yang memiliki beberapa anak buah. Suatu saat ada satu pegawainya yang belum mengambil gaji. Berbulan-bulan ditunggu, tak kunjung nongol juga tuh pegawai. Akhirnya dengan uang sang pegawai yang ada ditangannya, ia membelikan sepasang kambing dan diternakkannya.. Tahun berganti..makin lama makin banyak kambing yang dimiliki. Sampai suatu saat pegawainya itu datang dan ingin mengambil uang yang dulu belum sempat diambil. Nah, sang pemuda tadi pun menceritakan tentang yang tlah diperbuatnya dengan uang pegawai tsb. Ia kemudian menyerahkan kambing2 yg ia beli beserta anak2 dan cicit2tya (anak n cicit kambing mksdnya).
Pemuda ketiga, suatu saat hendak menagih hutang. Maka pergilah ia ke debitur. Ternyata yang dicari tidak ada dirumah. Yang ada hanyalah anak gadisnya sendirian. Akhirnya sang pemuda tadi memberikan penawaran kepada gadis itu.. Jika sang gadis mau berzina (nau’dzubillahi min dzalik) dengannya, maka hutang ayahnya tadi akan dihapuskan. Setelah berfikir berulang-ulang, akhirnya sang gadis pun pasrah… Tapi (bentar dl pembaca, jgn mikir yg negatif dl..hehe) sebelum sang pemuda tadi melakukan hal itu pada sang gadis, dang gadis mengingatkan dengan bertanya “Tidak kah kau takut pada Allah atas perbuatan yang akan kau lakukan??”. Dan seketika, tersadarlah pemuda tadi akan perbuatannya. Ia lalu beristighfar dan memohon ampun pada Allah. Akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk berzina tadi dan menghapuskan semua hutang ayah gadis tersebut. Ditambah, ia memberikan sedekah pada keluarga itu. Subhanallah…
Nah, setelah ketiga pemuda tadi berdoa, sedikit demi sedikit, dengan segala daya upaya….mereka mulai bisa mengeser batu yang menutupi goa. Dan akhirnya mereka berhasil keluar dari goa tersebut.. Alhamdulillah.
Dari kisah tadi, Ustadz Hadi kemudian menarik hikmah2 sekaligus kesimpulan. Yaitu, ada delapan (inget lo, DELAPAN!!) hal yg bisa kita pelajari dari kisah itu. Yang kedelapan hal tersebut bisa membantu pemuda-pemuda tadi untuk keluar dari goa. Mereka adalah:
1. Ikhlas
2. Doa
3. Birrul walidain
4. Ibadah yg diandalkan
5. Ibadah yg terus menerus
6. Menghindari zina
7. Sedekah
8. Jujur
(rinciannya, cari tau n simpulkan sendiri ya..)
Nah sodara2… apa yang unik dari ceritaku tadi?? Bukan..bukan kisahnya.. Tapi jumlah hikmahnya yang dipetik dari cerita tersebut. Berapa tadi jumlahnya??? Delapan?? Ya bener.. Delapan!! Hihihi… Ustadznya cerdik ya.. *_^
Klo ak sih, nyadar, kenapa dibuat DELAPAN. Tapi teman2 yang lain yang kebetulan ikut mendengarkan juga.. nyadar ga ya?? Hihi…

My New Face

Filed under: Weblogs — east-girl at 7:23 pm on Tuesday, September 9, 2008  Tagged

Ha?? Wajah siapa yang baru??
Xixixi… bukan wajah yg punya blog yang baru.. tapi blognya skrng yang punya wajah baru ^_^
Yup, kmrn sempat buka blognya anggi http://kupuku.blog.friendster.com/ . Pas buka, aku kaget bgt kok jadi bagus blognya??? (jgn GR ya Nggi… :p ) Olala..ternyata blog friendster kini sudah berbenah dan mulai mempercantik diri.. ^_^ Alhamdulillah..
Secara, skrng dah banyak penyedia jasa layanan blog (apa sih sebutannya??) yang bagus2 dengan berbagai tambahan fitur yang bikin blog seseorang bisa jadi lebih cantik dan fungsional. Ya Multiply, Wordpress, Blogspot, dll.. So, Friendster dah bener banget ni mo upgrade fasilitas buat ngeblognya.
Klo gini, jadi pengen mosting n mandangin blogku yang cuantttiikkk bgt ini.. Hihihi.. So, please enjoy my new face.. ^_^

Maluuuu….

Filed under: Realita Dunia Kerja — east-girl at 7:41 pm on Tuesday, August 19, 2008

Malu banget…….
Barusan aku dipanggil Kasie IB. Kasusnya berkaitan dengan laporan keuangan selama kami pergi raker kmrn. Waktu itu kn arus keluar masuk kas ga jelas, ada yang pake uangku, dan ada (banyakan) pake uang beliau. Nah, setelah kegiatan selesei dan SPPD dah cair, aku bikin rincian uang beliau yang terpakai olehku.
Setelah uang dan rincian beliau terima via staffnya, aku dicariin gara2 mereka ga mudeng sama rincianku itu. Aku pun akhirnya, dengan innocence-nya, dateng menghadap beliau untuk menjelaskan. Aku waktu itu hanya berfikir kalau mereka ga ngerti krna rincian itu memang bentuknya mungkin ga familiar buat mereka. Karena, itu bentuk rincian memang model aku bgt. Xixixi… kubuat seenakku, pake teori logikaku..
Eh, tau ga apa yg terjadi?? Aku diketawain sodara2… Beliau tanya: "Kamu sudah berapa kali PS?? Kok laporannya ga standard akuntansi bgt??"
Huhuhu… aku pun cengar-cengir ga nyangka klo pertanyaan itu yg bakal muncul. Trus aku jelasin klo memang bentuknya aku bikin seenakku. "Tapi (pembelaan) pas PS kmrn saya pake yg format akuntansi kok Pak.. bener..(xixixi…)"
Udah deh, merah padam - merah padam dah wajahku wkt itu. Huhu… malu…. Mana waktu itu aku "diadili" di ruangan staff yang gede itu lagi.. Hancurlah seketika kredibilitasku sebagai penerima sertifikat diklat auditor ddepan tmn2 laen.. Yg nilai Ektek wkt kuliah dulu dapet A, yg pernah ikut matkul Manajemen Keuangan juga (jadi curhat gini??!) Huhuhu.. ~_~
Pembelaanku: Memang aku ga kepikiran buat pake model jurnal akuntansi kok. Aku membuatnya dengan gayaku sendiri. Biar lebih mudah dimengerti.
Tapi ternyata aku salah sodara2.. Tersadarlah aku klo orang yg kukasih rincian itu adalah seorang auditor akuntansi. Hiks… turunlah poinku! Jangan2 ntar2 aku g dipercaya lagi buat urusan lap keuangan.. Hikss.. "Tidaakkk….!!" (hiperbolis)
"Jangan dunk.. kn itu cuma itung2an pribadi saya aja Pak.."
"Percayalah Pak, laen kali, untuk hal yg lbh serius lagi, bakal pake model akuntansi yg standard deh.." gumamku sndiri..
(xixixi..)

*Sekembali dari "peradilan" itu, lisan ini tak bisa diam untuk bercerita ttg apa yg barusan kualami. Pengen cerita aja bawaannya.. Tapi.. ahh…. mungkin -skrng- hanya blog ini tempatku untuk menceritakan semuanya..
My blog, my diary.. Place where I can tell anything what i want. D kasih komen ya alhamdulillah, nggak ya gapapa.. ^_^ cuma mo berbagi kok..(kok jd bernada hopeless gini sih??)

Ngrasani Bumil

Filed under: Selintas lewat — east-girl at 9:19 pm on Monday, August 11, 2008

Memperhatikan sambil ngrasani para bumil (ibu hamil) di kantor…
Mbak Titin:
Melihat mbak Titin  ngantor pake baju hamil longdress sedengkul, perutnya keliatan jelas dah guedeeee bgt… Kyknya usianya dah lebih dari 7 bulan deh.. Menghitung hari2 menuju hari kelahiran dede’ bayi… hmhm… gimana rasanya ya?? (btw, ini kehamilan anak kedua beliau, insya Allah kali ini putra)
Mbak Ragil:
Mbak Ragil insya Allah akan mendapatkan langsung, 2 putra. Kembar?? Yups!! Senangnya.. ^_^ Otomatis, meski usia kehamilan ga se-lama usia dede’nya mbak Titin, tapi secara size perutnya dah guedee bgt.. Klo ngeliat mbak Ragil lagi duduk sambil menelungkupkan tangannya diatas perutnya..kayak ngeliat dia lagi pake bantal besar nan empuk di atas pangkuannya.. Aku hanya bisa tersenyum melihatnya.. ^_^
Mbak Mayang:
Mbak Mayang ngakunya dah hamil 4 bulan. Tapi perutnya ga keliatan gede.. Abis, kata mbak Mayang, dia rada ga selera makan.. Wuaduh mbak..jgn gitu dunk.. kasian tuh dede’nya ntar kelaperan didalam sana. Kan ga ada resto yg buka disana kecuali resto Ibu. Xixi.. Oya, sama kyk mbak Titin, ini kehamilan kedua mbak Mayang..
Mbak Sumi:
Yang ini statusnya masih cita-cita brhubung msh single.. :p Pas ak tanyain: "Mbak, sapa lagi ya yg hamil d kantor??" Dia malah jawab " Knapa emangnya?? Bentar lagi aku!". Xixixi… duasarrr… langsung aja aku bales: "Aminnn… Aku juga mauuuu klo gt mbak…." (ngakak…)

After all, melihat para ibu2 itu dikantor, melihat mereka dan para ibu lainnya saling berinteraksi, ngomongin topik2 ttg keluarga.. anak2.. Xixixi.. jadi senyam senyum sendiri.. Kapan ya bisa gabung sama mereka(klo ngumpul ibu2 dharma wanita, aku sering speechless g nyambung. xixi.. )?? Gimana sih rasanya dah menyandang status "Ibu"?? Pasti seru bgt ya??

*menerawang sambil senyum2 sndiri depan laptop……

Allah Knows

Filed under: Music — east-girl at 10:36 pm on Wednesday, August 6, 2008

Allah Knows (by Zain Bhikha)

 

When you feel all alone in this world
And there’s nobody to count your tears
Just remember, no matter where you are
Allah knows
Allah knows

When you carrying a monster load
And you wonder how far you can go
With every step on that road that you take
Allah knows
Allah knows

CHORUS
No matter what, inside or out
There’s one thing of which there’s no doubt
Allah knows
Allah knows

And whatever lies in the heavens and the earth
Every star in this whole universe
Allah knows
Allah knows

When you find that special someone
Feel your whole life has barely begun
You can walk on the moon, shout it to everyone
Allah knows
Allah knows

When you gaze with love in your eyes
Catch a glimpse of paradise
And you see your child take the first breath of life
Allah knows
Allah knows

CHORUS
When you lose someone close to your heart
See your whole world fall apart
And you try to go on but it seems so hard
Allah knows
Allah knows

You see we all have a path to choose
Through the valleys and hills we go
With the ups and the downs, never fret never frown
Allah knows
Allah knows

CHORUS (x2)

BRIDGE:
Every grain of sand,
In every desert land, He knows.
Every shade of palm,
Every closed hand, He knows.
Every sparkling tear,
On every eyelash, He knows.
Every thought I have,
And every word I share, He knows.
Allah knows.

(Lagunya bagus.. mambuat mata ini tak kuasa menahan tangis ^_^
Sebanyak apapun masalah yang kau hadapi.. Seberat apapun beban yang kau pikul.. Seberapapun derasnya air mata yang mengalir kala kau usai sholat.. Kala belum ada seorangpun yang bisa kau jadikan tempat berbagi segalanya.. Yakinlah, ada Allah. Allah Maha Tahu..)

KPI in hurry…

Filed under: Sang Auditor — east-girl at 2:42 am on Friday, July 18, 2008

Sahabat2ku….
Sore ini, dihadapan ku ada setumpuk SP2D gaji orang2 sekantor.. Aku harus menemukan nilai gaji auditor sekantor selama 1 semester. Caranya?? Aku dah dapet gaji2 sekantor selama 1 semester. Satu angka. Trus aku harus merekap, dari SP2D yg setumpuk itu, gaji2 penunjang.. Yah..lumayan bow!! Secara, SP2D nya macem2 bentuknya.. ~_~
Oya, data2 PS tmn2 juga dah ada d flash diskku. Tinggal.. tinggal?? Yup, tinggal direkap! Huaaaa… Ya Allah, kuatkan aku.. ^_^ Soalnya ni semua harus jadi hari senen. KPI perwakilan is in my hand (halah..hiperbolis!!)
Sementara itu.. besok sampe Ahad aku harus menemani adikku tes STAN d BPP. So, aku harus nyicil ngebut ngerekap semua ini.. (Ya Allah…aku bisa!!!)
So…malam ini insya Allah mo nyicil ngelembur.. Msh ada tmn2 d Keuangan jg yang ngelembur. Oya, aku lg shaum hari ini. Insya Allah.. Kok shaum hr Jum’at?? Iya, lg shaum ayamulbith (bener ga sih ejaannya??) Itu, puasa tiga hari di tengah bulan Hijriah..
Mlm ini iftor d kantor… ada teh kotak d kulkas Umum, kue apollo juga ada :) bersama setumpuk kerjaan. "Ini amanah…. :) Vina harus semangaattt!!!!"

by me, inputter merangkap collector

Bila Aku Jatuh Cinta

Filed under: Baiti Jannati — east-girl at 9:31 pm on Sunday, July 6, 2008

Allahu Rabbi aku minta izin
  Bila suatu saat aku jatuh cinta
  Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
  Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
  Aku punya pinta
  Bila suatu saat aku jatuh cinta
  Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
  Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
  Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
  Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
  kasih-Mu
  dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
  Bila suatu saat aku jatuh hati
  Pertemukanlah kami
  Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
  Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
  Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
  Anugerahkanlah aku cinta-Mu…
  Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin..

(taken from dudung.net)

13 Sifat Laki-Laki yang Tidak Disukai Perempuan

Filed under: Baiti Jannati — east-girl at 11:57 pm on Wednesday, June 25, 2008

Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di surga. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat.

Pertama, Tidak Punya Visi
Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia. Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah swt. Berfirman: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati.

Kedua, Kasar
Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Dan patahnya berarti talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut: Wa’aasyiruuhunna bil ma’ruuf (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An Nisa: 19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang baik bukan yang bersikap kasar, melainkan yang lembut dan melindungi istri.

Ketiga, Sombong
Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya. Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin (Al Baqarah:34). Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Allah berfirman dalam hadits Qurdsi: “Kesombongan adalah selendangku, siapa yang menandingi aku, akan aku masukkan neraka.” Wanita adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong.

Keempat, Tertutup
Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang tidak diketahui istrinya. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi melakukan undian, agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya, ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Perhatikan betapa nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa dikesampingkan.

Kelima, Plinplan
Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Bukan suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa’ (An Nisa’:34).

Keenam, Pembohong
Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Tidak mau jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Bahkan Nabi menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman. Dalam sebuah hadits Nabi pernah ditanya: hal yakdzibul mukmin (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri.

Ketujuh, Cengeng
Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur’an. Namun dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Abu Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar.

Kedelapan, Pengecut
Dalam sebuah doa, Nabi saw. minta perlindungan dari sikap pengecut (a’uudzubika minal jubn), mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suaminya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Nabi saw. terkenal pemberani. Setiap ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Katika terdengar suara yang menakutkan di kota Madinah, Nabi saw. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi suara tersebut.

Kesembilan, Pemalas
Di antara doa Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap malas: allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajizi wal kasal , kata kasal artinya malas. Malas telah membuat seseorang tidak produktif. Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami.

Kesepuluh, Cuek Pada Anak
Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya. Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Nabi saw. Adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata, betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya.

Kesebelas, Menang Sendiri
Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Ada pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah satunya menjadi api.

Keduabelas, Jarang Komunikasi
Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Entah denga cara mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga.

Ketigabelas, Tidak Rapi dan Tidak Harum
Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai keindahan. Maka kerapian bagian dari keimanan. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. Allahu a’lam

from www.dakwatuna.com

The Chosen People

Filed under: Sang Auditor — east-girl at 11:26 pm on Sunday, June 15, 2008

Alhamdulillah…usai sudah perjalanan tugasku mengikuti pertemuan pertama manager dan inputter tim KPI. Acara berlangsung lancar meski terkadang aku harus bertanya ke kiri dan ke kanan kala aku ga mudeng sama yang diomongin. Soalnya, yang diomongin berbau auditorat semua.. Sedangkan aku tiap hari hanya berteman dengan IT dan keluarga besarnya.. Hehe..
Oleh2 yang kudapat sangat banyak. Selain 11 eksemplar juknis LKPP buat perpus perwakilan. Aku juga banyak sekali mendapat hikmah, pelajaran, serta hal-hal baru tentang amanah baruku ini.
Entah..mungkin Allah "membaca" artikel blogku terdahulu yang berisi tentang slogan BPK "Leading by example".. Visiku jelas sekali tertuang di artikel itu. Dan sekarang, Ia memberiku sarana mewujudkan visiku tadi: menjadi inputter KPI!
Amanah adalah cobaan & ujian. Saat kita menerima amanah, hendaknya kita beristighfar, bukannya berhamdalah.. Karena apa?? Karena amanah merupakan cobaan dan ujian bagi kita. Saat kita melalaikannya, maka tunggu saja azab-Nya.. (hiiii sereemmm….)
Tentang inputter KPI, kmrn aku sempat bertanya di forum diskusi "tugas inputter apa aja?" gitu intinya. Ternyata sodara2..inputter tugasnya ga cuma ttg aplikasi SIMAK, tp juga membantu tugas manager! "what??" aku terkejut mendengarnya.. Ternyata tugasku ga cuma dlm lingkup aplikasi… Fiuhhh.. ~_~
Sebelumnya, orang2 PSMK bilang klo orang2 KPI adalah "the chosen people" alias orang2 terpilih. "Wuaaawww.." aku pun tersadar (Allah tlah memberikan amanah besar ini padaku).. Iya juga sih, secara KPI adalah tim pemantau, dan trigger yang meng-upgrade kualitas kinerja satker (d.h.i pwk). So, tiap2 mereka diharapkan bisa menjadi "agent of change" yang bisa membawa perubahan besar pada satker yang diamanahinya. Mewujudkan "mimpi" slogan BPK: Leading by Example! Mimpi yang sangat mungkin kita realisasikan. Harus berfikir optimis dan bersemangat dalam mewujudkannya!
Dalam perjalanan pulang Bpp-Smrd di sebuah avanza yang melaju kencang, aku merenung… Aku memikirkan amanah baruku ini. Tanggung jawabku selanjutnya.. Dan aku pun menyadari bahwa amanah ini tidaklah ringan. Sangat teramat berat!
Tapi aku yakin, Allah tidak sembarangan memberikan cobaan kepada hamba-Nya. Ia sudah mengukurnya, dan memastikan bahwa hamba-Nya sanggup memikulnya. Tinggal bagaimana manusia tersebut menghadapinya. Apakah ia mengikuti "juknis"-Nya atau malah menyimpang?? Yup, semua adalah pilihan. Dan takdir kita bergantung pada pilihan yang kita ambil dan bagaimana menjalaninya.
Semoga bimbingan Allah selalu menyertai setiap langkah hidup kita.. Semoga kita selalu merasa berada dalam pengawasannya. Sehingga sangat kecil kesempatan bagi kita untuk menyimpang dari apa yang ia gariskan..
Wallahu’alam bishshawab..

Next Page »